2.12

Implementasi Dari Struktur Data Menggunakan Teori

  1. PERKENALAN

Seperti yang kita ketahui, Konsep dan Fungsi Pertukaran. Serta fungsi menghitung yang telah termasuk di pertukaran. Jadi wajar saja apabila konsep ini termasuk fungsi yang umum di bidang ilmu data Komputer. Pertama kali diperkenalkan oleh Tripathy, Ghosh dan Jena. Gagasan fungsi posisi ini lalu dikembangkan lagi menjadi banyak konsep yang terkait dengan daftar melalui definisi baru. Mereka juga mencetuskan beberapa teorema yang mengungkap sifat dari sebuah daftar. Konsep fuzzy set intuitionistic diperkenalkan oleh Atanassov. Merupakan perluasan dari konsep fuzzy set dan menjadikan model yang lebih baik dari fuzzy set di data. Pada bab ini kita akan membahas tentang berbagai fungsi struktur data. Dengan tujuan mempermudah pengolahan data.

  1. DEFINISI DAN SIFAT

Definisi 2.1: Sebuah daftar L yang diambil dari satu set X diwakili oleh PL fungsi posisi, didefinisikan sebagai

 

PL: X → P (N),

dimana P (N) menunjukkan kekuatan set himpunan bilangan bulat non-negatif N.

Definisi 2.2: Untuk setiap daftar yang terbatas L diambil dari X, anggota himpunan L dilambangkan dengan #L dan didefinisikan sebagai

2.2 - Copy

setiap kali sisi kanan ada. Dalam hal ini L dikatakan terbatas, jika L dikatakan tak terbatas.

Definisi 2.3: Untuk setiap daftar yang terbatas L diambil dari X, kebalikan dari L, dilambangkan dengan rev (L) adalah daftar pada X, dan diberikan oleh fungsi posisi,

2.3 - Copy

Definisi 2.4: Untuk setiap daftar yang terbatas L diambil dari X, kepala L merupakan unsur dilambangkan dengan hd (L), di mana hd (L) = x jika 0 PL (x).

Definisi 2.5: Misalkan L daftar. Kami mendefinisikan ekor L dilambangkan dengan tl (L) sebagai

2.5 - Copy

Definisi 2.6: Untuk setiap daftar L kita mendefinisikan fungsi init dan terakhir sebagai:

init (L) = rev (tl (rev (L))) dan last(L) = x; jika (# L -1) IPL (x).

Definisi 2.7: Untuk setiap x X dan daftar L yang diambil dari X, kita menunjukkan daftar yang diperoleh dengan menambahkan elemen x pada awal daftar L oleh kontra (x, L) dan menentukan dengan nya fungsi keanggotaan,

2.7 - Copy

Definisi 2.8: Sebuah daftar L kosong jika PL (x) =  untuk setiap x X dan dinotasikan sebagai L = [].

Definisi 2.9: Biarkan L1 dan L2 menjadi dua daftar yang terbatas diambil dari X. Kemudian kita mendefinisikan Rangkaian dari L1 dan L2 dilambangkan dengan L1╫L2 dan diberikan oleh fungsi posisi,

2.9 - Copy

Definisi 2.10: Misalkan L daftar terbatas diambil dari X dan [x] menjadi daftar tunggal. Kemudian posisi

fungsi dari daftar L – [x] didefinisikan sebagai berikut

Kasus I: PL(x)

kasus 1

Kasus II: PL(x)

kasus II

Definisi.2.11: Biarkan L1 dan L2 akan dua daftar ditarik dari X, maka zip dari L1 dan L2 diberikan sebagai

2.11

Definition.2.12: Untuk setiap dua hingga daftar L dan L ` diambil dari X, perbedaan daftar L

– L ` diberikan oleh fungsi posisinya, didefinisikan secara rekursif oleh

2.12

Definisi 2.13: Misalkan L daftar terbatas diambil dari X. Kemudian operator ambil pada L, untuk diberikan n N, dilambangkan dengan mengambil (n, L) dan itu adalah daftar yang fungsinya posisi diberikan oleh

2.13

Definisi 2.14: Misalkan L daftar terbatas yang diambil dari X. Kemudian, untuk setiap n  N drop operator pada L dilambangkan dengan drop (n, L) dan itu adalah daftar yang fungsinya posisi diberikan oleh

2.14

Definisi 2.15: Untuk setiap daftar L diambil dari X dan sejumlah n alami, kita mendefinisikan elemen

Indeks (L, n) sebagai XX, sehingga x = hd (mengambil (n + 1, L) – mengambil (n, L)).

Berikut dua sifat daftar, yang Teorema didirikan pada ([7]) yang akan digunakan dalambagian yang akan datang:

Teorema 2.1: Jika L1 dan L2 adalah daftar yang diambil dari X dan f adalah pemetaan dari X ke X, maka untuk setiap n  N,

teorema 2.1

Teorema 2.2: Untuk setiap n  N dan untuk daftar L1 dan L2 diambil dari X,

 teorema 2.2

  1. INTUITIONISTIC FUZZY STRUKTUR DATA MENGGUNAKAN INTUITIONISTIC FUZZY LISTS

Gagasan dari intuitionistic fuzzy list yang sudah diperkenalkan di [6] yaitu didefinisikan sebagai berikut :

 

Definisi 5.1 : Sebuah intuitionistic fuzzy list L yang diterapkan pada X yaitu menggambarkan sesuai posisi dari fungsi PL yang didefinisikan sebagai

PL : X x J -> P(N)

 

Dimana J  , : , 0 ,1and 0 +  1 dan P(N) merupakan set dari keseluruhan set dari N. Dengan demikian, untuk semua X X dan (,) J, PL(x, (,)) menyediakan posisi dari set dimana elemen X terjadi dalam L dengan tingkatan dari anggota (,).

Sebuah intuitionistic fuzzy list merupakan sebuah ekstensi dari fuzzy list. Intuitionistic fuzzy struktur data seperti intuitionistic fuzzy STACK (IF-STACK), intuitionistic fuzzy QUEUE(IF-QUEUE) dan intiunistic fuzzy ARRAY (IF-ARRAY) merupakan ekstensi sesuai dengan versi fuzzy.

Beberapa operasi pada STACK/F-STACK, QUEUE/IF-QUEUE dan ARRAY/IF-ARRAY secara luas dapat digunakan untuk mendefinisikan operasi tersebut pada IF-STACK, IF-QUEUE dan IF-ARRAY dalam cara yang biasa. Jadi kita menghilangkannya.

 

Catatan 4.1 : Salah satu cara untuk melalu literatur bahwa gagasan dari fuzzy list dan oleh karena itu, fuzzy stack, fuzzy queue, fuzzy array dan sesuai operasi intuitionistic fuzzy adalah sepenuhnya baru. Kami telah memperkenalkan pendekatan sehingga dapat mengembangkan relasi database dalam [9]. Menggunakan gagasan dari  fuzzy list dan intuitionistic fuzzy list dan struktur data yang didefinisikan berdasarkan ketika seperti array, salah satu dapat mengembangkan teori intuitionistic fuzzy list dan teori intuitionistic fuzzy list database. Dalam aplikasi modern tanpa diduga telah menjadi bagian integral dan database yang diusulkan akan menjadi bagian terpenting dari nilai sebuah aplikasi.

Post Navigation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *